![]() |
Taroko National Park |
Pernah membayangkan
gunung yang gagah perkasa dibobol untuk dibuat terowongan dan dibangun akses
jalan di dalamnya? Suatu hal yang tidak pernah gue pikirkan. Namun semuanya itu
nyata dan dapat disaksikan di Taroko
National Park di Hualien, Taiwan dan hukumnya wajib untuk didatangi kalau
berkunjung ke Taiwan. Tempat ini sangat spektakuler karena menawarkan keindahan serta mengundang decak
kagum setiap pengunjung yang pergi ke sana. Terus terang, karena Taroko (dan Sun Moon Lake di Nantou) inilah yang
menjadi alasan gue untuk datang ke Taiwan.
Taroko National Park masuk dalam wilayah kota Hualien di Taiwan Tengah. Untuk mencapai kota
ini bisa dicapai baik dengan bus maupun kereta. Dengan menggunakan kereta harga
tiketnya sebesar NT 440 (sekitar Rp 150rb) sekali jalan namun kalau kita
membeli pp harganya NT 798 (sekitar Rp 271,300). Lumayan ngirit. Tiket sebaiknya dibeli satu hari sebelumnya
untuk menghindari full booking karena
rute ke kota Hualien ini termasuk salah satu rute favorit.
Kereta berangkat
tepat waktu pagi itu pukul 07.20 di tanggal 24 February 2013. Walaupun satu
kelas di bawah kereta cepat THSR, namun kereta TRA (Taiwan Railway Administration) ini sangat nyaman walaupun harus
singgah di beberapa stasiun. Gue terlelap di pagi yang dingin itu .....zzzzz
![]() |
Jadwal Keberangkatan Kereta |
Tak terasa 3 jam-an
telah dilalui dan kereta tiba di Stasiun Hualien. Gerimis menyambut saat para
penumpang turun dari kereta. Tempat pertama yang gue datangi yaitu Visitor Centre yang letaknya dekat pintu
keluar stasiun untuk mencari informasi cara mencapai Taroko National Park.
Dari informasi yang
gue dapat dari beberapa rekan backpacker
di Jakarta, cara terbaik untuk mengeksplor Taroko NP ini yaitu mencarter taksi secara patungan dengan sesama
backpacker lain akan dijumpai di
stasiun. Namun setiba di stasiun gue tidak menemukan “mangsa” yang bisa gue
ajak “cost sharing” ke Taroko NP.
Dan di Visitor Centre ini gue ditawarkan paket
tur ke Taroko NP dengan pilihan paket 4 dan 6 jam. Untuk pilihan paket 6 jam
gue tidak keburu lagi untuk ikut karena sudah berangkat jam 9 pagi sedangkan
gue tiba di stasiun Hualien jam 10an. Untuk paket 4 jam akan berangkat pukul
11.30 berarti gue masih ada waktu walau harus
menunggu 1 jam-an lagi.
Namun setelah gue
cek harganya lumayan mahal dan itupun tanpa didampingi oleh Tour Leader. Untuk paket 4 jam dikenakan
biaya NT 600 (sekitar Rp 204rb) dan untuk paket 6 jam NT 900 (sekitar Rp
306rb).
Selalu ada jalan
keluar buat seorang backpacker untuk
mendapatkan harga murah. Dari info yang gue dapat di Visitors Centre, ternyata di Stasiun Hualien ini terdapat shuttle bus yang dioperasikan oleh Taiwan Tourism Office. Segera gue
bergegas menuju loket tiket shuttle bus
ini yang letaknya di seberang Visitors
Centre. Ternyata penjaga tiket di loket seorang bapak tua yang tidak bisa berbahasa
Inggris sehingga gue tidak bisa banyak bertanya tentang shuttle bus ini.
![]() |
Taraaaa.....Inilah Penampakan Shuttle Busnya |
Beruntung, setelah
membeli tiket yang harganya “hanya” NT 250 (sekitar 85rb) gue bertemu dengan 2
orang wanita turis Korea yang juga akan menuju Taroko National Park. Dari mereka gue mendapat info dimana gue
harus menunggu busnya dan jam berapa bus tersebut akan berangkat.
Harga tiket NT 250 ini
berlaku untuk satu hari dan kita bebas untuk naik turun menggunakan bus ini di
11 titik perhentian yang akan dilalui di
wilayah Taroko National Park tanpa
ada biaya tambahan lagi dan kita tinggal mencocokkan jadwal waktu yang telah
tersedia. Sebelas (11) titik perhentian yang dilalui oleh Taroko Shuttle Bus ini yaitu : Qixintan
Beach, Xincheng Railway Station, Taroko Archway, Taroko Park HQ & Visitor
Center, Shakadang Trail, Eternal Spring Shine, Buluowan, Swallow Grotto, Tunnel
of Nine Turns, Lushui dan Tianxiang.
![]() |
Tiket Shuttle Bus |
Sekitar pukul 11 bus
berwarna kuning tersebut berangkat menuju Taroko
National Park masih dalam suasana
gerimis dan bus nyaris penuh dengan isi penumpang dari berbagai negara. Taroko
NP meliputi kawasan seluas 92.000 ha yang mulai dikembangkan tahun 1986 dan
merupakan taman nasional terluas kedua di Taiwan setelah Yushan National Park di Nantou dengan luas 105.000 ha.
Dengan kawasan yang
sangat luas sebenarnya satu hari tidaklah cukup untuk menjelajah Taroko NP ini.
Namun karena keterbatasan waktu, gue harus berpuas diri untuk menjelajahi tempat
eksotis ini hanya selama 4 jam saja. Dan yang menyenangkan di Taroko
National Park ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis!!
Sebenarnya gue
berminat untuk mampir ke Qixintan Beach
yang menjadi perhentian pertama menuju Taroko NP namun karena gerimis gue
membatalkan niat itu. Oh yah dari Stasiun Hualien menuju Taroko NP perjalanan ditempuh
selama kurang lebih 45-60 menit.
Memasuki gerbang
Taroko NP perjalanan menembus terowongan yang membobol gunung dan perbukitan
yang perkasa itu. Gue salut dengan mereka yang membangun terowongan itu. Bagaimana bisa gunung ditembus dan dibuat terowongan serta jalanan
di dalamnya. Bukan pekerjaan yang gampang tentunya. Dan ada banyak terowongan
yang kami lalui sepanjang perjalanan.
![]() |
Terowomgan yang Menembus Gunung |
Gue memilih Shakadang Trail sebagai perhentian
pertama gue. Shakadang Trail yang
merupakan bagian dari Taroko National Park
merupakan kawasan pegunungan. Terdapat jalur yang dibangun di sisi gunung sepanjang
4.4 KM dan di sisi gunung tersebut merupakan jurang namun menyajikan
pemandangan yang sangat indah dan Sungai Shakadang mengalir di bawahnya.
Kawasan ini menjadi tempat konservasi bagi beberapa spesies tanaman dan menjadi
habitat beberapa satwa.
![]() |
Gerbang Menuju Shakadang Trail |
Melalui jalan
setapak di sisi gunung di Shakadang Trail
ini entah mengapa gue merasakan suasana yang mistis. Apa karena saat itu
pengunjung yang lewat sepi dan suasana sedang hujan gerimis. Ah
entahlah........Beberapa papan peringatan dipasang sepanjang jalur untuk
mengingatkan pengunjung untuk selalu waspada terhadap kemungkinan ancaman
longsoran batu dan gempa bumi. Kawasan
Taroko ini memang pernah dihajar bencana gempa bumi sehingga terpaksa ditutup
untuk sementara waktu. Saat inipun, di beberapa kawasan secara berkala
terkadang ditutup untuk pengecekan dan pemeliharaan.
![]() |
Jalan Setapak Menyusuri Sisi Gunung |
Perjalanan pulang
pergi sepanjang 4.4 Km memakan waktu sekitar 3-4 jam dan yang pasti gue tidak menuntaskan jalur sepanjang 4.4 Km
tersebut karena tidak cukup banyak waktu.
![]() |
Shakadang Bridge |
![]() |
Pemandangan di Bawah |
Gerimis perlahan
mulai berhenti dan perutpun sudah tidak bisa diajak kompromi. Gue kembali ke
halte menunggu shuttle bus dengan
tujuan ke perhentian akhir di Tianxiang untuk mencari makan siang sekaligus
mengeksplor wilayah situ.
Kawasan Tianxiang
yang juga landmark dari Taroko National
Park merupakan kawasan yang damai
dan tenteram. Itu yang gue rasakan saat tiba di sana. Hawa dingin yang menyergap dan suasana yang
sepi dan hening benar-benar membuat gue seolah berasa dibawa ke dunia lain.
Terdapat beberapa rumah makan dan tempat peristirahatan di Tianxiang serta
hotel berbintang menjadikan Tianxiang sebagai tempat perhentian bagi para turis
yang mengunjungi Taroko National Park.
![]() |
Kawasan yang Tenang dan Damai |
Seporsi nasi dengan
ayam tepung, tumis sayur, jamur dan irisan tahu menjadi menu makan siang gue
dan hanya membayar NT 80 (sekitar Rp 19rb). Harga tersebut sangat murah menurut
gue mengingat itu di kawasan wisata dan blusukan jauh di atas gunung.
![]() |
Deretan Restoran di Tianxiang |
Tianxiang benar-benar
menawarkan keindahan yang luar biasa untuk dinikmati. Bergeser sedikit dari
restoran tempat gue makan terdapat Pudu
Suspension Bridge dan jembatan
tersebut mengarah/jalan menuju Tian Feng
Pagoda dan Xiangde Temple.
![]() |
Pudu Suspension Bridge Terlihat dari Atas |
Pagoda dan Temple ini letaknya di atas bukit dan
untuk mencapainya sudah tentu kita harus berjuang menanjak sampai ke puncak.
Ketika berada di gerbang di kaki bukit gue meminta tolong seorang cewek untuk
mengambil foto dan setelah ngobrol-ngobrol ternyata beliau berasal dari
Malaysia. Ekspresi mukanya sedikit terkejut saat bertanya bersama siapa gue traveling ke Taiwan dan gue jawab
sendirian. Dari wajahnya terpancar sedikit rasa tidak percaya dan gue bisa
rasakan itu.
![]() |
Gerbang Menuju Temple |
![]() |
Mari Kita Mendaki |
Namun setelah
mengobrol beberapa menit suasana mencair dan kami bisa mengobrol dalam suasana
persahabatan. Saat beliau berbagi cerita tentang keramahan warga Taiwan dan totalitas
warganya dalam membantu para turis seketika itu juga langsung gue aminkan.
Butuh waktu selama
beberapa puluh menit untuk mencapai Xiangde
Temple dan yang pasti ngos-ngosan ketika tiba di sana sebagai akibat dari
menanjak. Namun rasa lelah tersebut terbayar dengan suasana syahdu dan
keheningan di sekitar temple. Tidak
ada aktivitas keagamaan ketika gue tiba di sana dan gue bisa dengan leluasa untuk
melihat-lihat suasana temple.
![]() |
Xiangde Temple yang Tenang |
Terdapat cafe kecil untuk beristirahat sejenak
sembari merasakan ketenangan dan kedamaian di puncak bukit. Tempat ini sangat
cocok bagi mereka yang ingin mencari inpirasi untuk menulis atau mencipta lagu.
Tulisan inipun dihasilkan dari tempat sunyi dan tenang ini (boong banget
hehehehe). Ingin rasanya berlama-lama di tempat ini.
![]() |
View dari Teras Cafe |
![]() |
Siapa yang Tidak Terbius dengan Tempat Seindah ini? |
Dan akhirnya Pagoda
Tian Feng bisa gue capai. Pagoda bertingkat 7 ini berada di bibir bukit dan
begitu eksotis dilihat dari penjuru Tianxiang layaknya Pura Uluwatu di Bali
yang berada di bibir tebing.
![]() |
Pagoda Tian Feng |
Namun sayang seribu
kali sayang. Mimpi gue untuk mengunjungi Tunnel
of Nine Turns - terowongan yang menembus pegunungan marmer - tidak
kesampaian karena pada saat itu kawasan tersebut ditutup sementara bagi para
pengunjung untuk pengecekan dari pengelola Taman Nasional.
Akhirnya gue beralih
ke kawasan Eternal Spring Shrine
yaitu kawasan gunung batu di mana terdapat kuil dan sumber mata air yang
mengalir sepanjang tahun. Aliran mata air ini membentuk air terjun yang sangat
indah dan sering menjadi objek dalam lukisan-lukisan China.
![]() |
Dari Kejauhan |
![]() |
Eternal Spring Shrine....Sip Markusip |
Di dalam gunung batu
ini terdapat monumen untuk mengenang jasa 226 orang veteran perang yang
meninggal pada saat pembangunan jalan Central
Cross-Island Highland pada kurun waktu 1956-1960.
Untuk mendaki gunung
batu tersebut sampai ke puncak di mana terdapat kuil di puncak sudah terhubung
dengan anak tangga yang dibuat bagi para pengunjung. Namun setelah mengetahui
tinggi anak tangga yang harus dinaiki setinggi 2 KM gue mengurungkan niat
tersebut dan hanya sampai pada sumber mata air saja.
![]() |
Tertantang untuk Mendaki Setinggi 2 KM? |
![]() |
Sumber Mata Air Abadi |
Niat hati ingin
mampir juga ke Swallow Grotto namun
apa daya karena keterbatasan waktu terpaksa Dilewatkan. Gue harus mengejar shuttle bus yang berhenti di Eternal Spring Shrine pukul 4 sore untuk
menuju Stasiun Hualien dan menumpang
kereta yang kembali menuju Taipei jam 5an.
Empat jam memang
waktu yang singkat untuk menjelajah Taroko
National Park karena masih banyak spot
indah lain yang tidak sempat gue kunjungi.
Namun dari tempat yang sempat gue datangi cukuplah untuk mewakili keindahan serta pesona Taroko
dan menjadi tempat yang sangat wajib dikunjungi bagi siapapun yang datang ke
Taiwan.
Ah
Taroko....kedamaian tercipta di situ. Pesona keindahannya memang tak
terbantahkan.
Keren terowongan nya ... jadi mauuuuu
ReplyDeleteBangeeett......hehehe wajib dikunjungi kalo ke Taiwan :) Tks yah udah mampir.
DeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
Deletebulsyeerettt,,,,, sendirian mas?
ReplyDeleteuntungnya ketemu teman malay shgga bsa mnta tlg fto,,,, hrhe ,,
klo sya mentoknya b2,,,
Yup...saya sendirian karena lebih menikmati perjalanan sendirian, tidak ribet hehehe
DeleteHi Mas,
ReplyDeleteSaya Wiwid. InshaAllah berangkat ke taipei nya hari Sabtu ini.
baguuus banget Taroko nyaaa, udah dimasukin ke itinerary juga nih hehe. pengen lebih lama di sana. kalo TRA nya ada yg berangkat lebih dari itu ga ya mas, dan kereta balik ke Taipei nya ada yg lebih dari jam 5 ga ya?
Thanks!
regards,
Wiwid
Aaaakhhhh.... senangnya :) Sepertinya ada kereta yang balik dari Hualien ke Taipei di atas jam 5 sore, namun untuk pastinya coba Anda cek ke Taipei Station dan sebaiknya langsung beli tiket pp karena selain lebih murah juga untuk mendapat kepastian seat. Rute Hualien-Taipei termasuk rute yang ramai. Enjoy Taiwan!
DeleteMakasih mas info blog nya, dalam waktu dekat ini akan kesana, untuk bus shuttle nya lama gak ya nunggunya? Masih agak bingung utk eksplor Taroko ini, karena juga hanya sendirian kesana. Sewa mobil/taksi kayaknya kemahalan hehehe
ReplyDeletewah..asik bener ke sana :) shuttle bus nya punya jadwal jamnya dan biasanya di brosur pas kita beli tiket tercantum. Jaraknya tidak terlalu lama. Harap diperhatikan jam2nya karena bus nya bener2 on time. Kalo ada partner mending sewa taksi jd bisa share cost atau cari2 temen di stasiun, tapi kalau sampe ga ada naik shuttle bus juga gpp cuma waktunya agak terburu2 krn hrs ikut jadwal berpindah ke spot yg lain di area Taroko. Have fun and enjoy Taiwan yah.
DeleteView yang menakjubkan...
ReplyDeleteBenar sekali, sungguh indah :) Terima kasih sudah berkunjung.
DeletePingiiinnnn....bgt...ksitu....kapan dtaipeii mulu boseen..
ReplyDeleteWahh Thanks Infonya bro... Juli ini mau kesana deh.. wajib
ReplyDeleteSemoga kesampean nanti ke sana yaah. Enjoy Taiwan.
DeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete