![]() |
Taipei 101 |
Cuaca sejuk
menyambut gue kembali ke Taipei tanggal 22 February 2013. Entah mengapa ada
perasaan yang senang untuk kembali ke kota ini. Bayangan kebahagiaan itu telah
gue rasakan sejak di dalam kereta THSR Kaoshiung – Taipei. Pukul 15.00 gue tiba
di Taipei Main Station yang megah dan
penumpang segera berhamburan keluar dari kereta menuju tujuan masing-masing.
Sesaat setelah
keluar dari kereta gue tenggelam dalam keramaian Taipei Main Station ini. Gue menepi sejenak untuk membaca petunjuk
yang gue bawa untuk menuju hostel yang telah gue pesan sebelumnya.
Harus gue akui, Taipei Main Station ini merupakan stasiun
terbesar bila dibandingkan dengan stasiun di negara lain yang pernah gue
datangi. Betapa tidak, semua moda transportasi yang terdiri dari THSR, MRT dan
TRA (Taiwan Railway Administration)
semuanya terintegrasi di stasiun ini. Maka tidak heran setiap hari ratusan ribu
penduduk Taipei memanfaatkan stasiun ini untuk melakukan perjalanan dan setiap
kereta tiba entah itu THSR, MRT atau TRA gue saksikan pergerakan ribuan manusia
yang lalu lalang.
![]() |
Taipei Main Station yang Megah |
Kembali gue harus menerima
kenyataan tersesat di dalam stasiun saat mencari pintu keluar tujuan gue.
Sumpah....pintu exit nya sangat
banyak dan gue harus berjuang keras untuk mencari pintu exit yang tepat sesuai tujuan gue. Tak ada jurus yang lebih ampuh
selain bertanya kepada warga lokal yang dengan sigapnya membantu gue memberi
petunjuk lokasi yang gue tuju.
Aha....akhirnya gue
melihat wajah Taipei sesungguhnya, wajah kota metropolitan seperti halnya
kota-kota besar di Asia lainnya sesaaat setelah keluar dari Taipei Main Station. Tugas belum
berakhir karena gue harus menemukan hostel tempat gue menginap selama berada di
Taipei.
![]() | |||
Taipei di Pagi Hari |
![]() |
Wajah di Salah Satu Sudut Kota Taipei |
Tidak susah untuk
menemukan Taipei Backpacker Hostel
ini. Hanya 5 menit berjalan kaki dari Taipei
Main Station dan letaknya nyempil di balik hutan beton kota Taipei yang
gemerlap. Tidak salah pilihan gue terhadap hostel ini karena merupakan hostel
favorit pilihan para backpacker yang
datang ke Taipei.
![]() |
Taipei Backpacker Hostel Tampak Muka |
Dengan harga NT
465/malam (sekitar Rp 158rb), gue menginap selama 4 malam di hostel ini dan
menikmati fasilitas kamar dormitory
dengan 8 tempat tidur, loker, kamar mandi di luar namun jumlahnya banyak
sehingga tak ada kata antri, komputer dengan sambungan internet, mesin cuci,
lemari es, air minum, dan microwave.
Namun yang lebih penting letak hostel ini sangat strategis hanya 5 menit
berjalan kaki ke Taipei Main Station
dan juga terdapat Convenience Store 7
Eleven di dekat hostel.
![]() |
Ranjang Gue Sebelah Kanan Bawah Deket Meja :) |
![]() |
Toiletnya Bersih....Sukak :) |
Chiang Kai-Shek
Memorial Hall
Chiang Kai-Shek
Memorial Hall (CKSMH) menjadi perhentian
pertama gue di Taipei. CKSMH ini merupakan salah satu landmark kota Taipei yang berupa sebuah bangunan di tengah
lapangan atau tepatnya alun-alun di
tengah kota Taipei dan diapit oleh 2 gedung kembar di sisi kiri (National Concert Hall) dan kanannya (National Theater).
![]() |
Kemegahan Chiang Kai-Shek Memorial Hall |
![]() |
National Concert Hall |
CKSMH ini dibangun
untuk mengenang dan menghormati Alm. Chiang Kai-Shek founding father negara Taiwan. Beliau sempat menjadi Perdana
Menteri Cina sebelum akhirnya terjadi perseteruan antara Partai Nasionalis
(Kuomintang) melawan Partai Komunis Cina (PKC) tahun 1949 sehingga memaksanya
melarikan diri dan mengungsi ke Pulau Formosa dan pada akhirnya mendirikan negara
Taiwan di pulau tersebut serta memimpinnya hingga tahun 1975.
Pintu Gerbang masuk
menuju lapangan ini sangat indah dan megah, menjadikan gerbang ini sebagai
gerbang terindah yang pernah gue lihat. Betapa tidak, dengan tinggi mencapai
13.8 meter dan lebar 19.7 meter membuat gerbang indah sangat perkasa dan
anggun.
![]() |
Keren yah Gerbangnya....Juga Orangnya :) |
Di dalam Memorial Hall yang terbuka untuk umum
mulai pukul 9 pagi sampai 6 sore ini terdapat patung perunggu Chiang Kai-Shek,
perpustakaan, museum serta semua
dokumentasi yang menampilkan kehidupan serta karir Chiang Kai-Shek di militer,
partai serta pemimpin negara. Sejarah dan perjalanan Bangsa Taiwan juga
ditampilkan di dalam gedung ini. Namun sayangnya saat gue datang sedang
dilakukan renovasi sehingga tidak dapat masuk ke dalam.
Kebetulan gue datang
ke tempat ini pada sore hari dan merupakan waktu yang sangat nyaman untuk
berjalan-jalan di tengah lapangan dengan balutan cuaca yang dingin saat
itu. Yang menarik pada pukul 17.30
terdapat upacara penurunan bendera nasional Taiwan di tengah lapangan yang
dilakukan oleh 2 orang pasukan penjaga sehingga menjadi atraksi wajib yang
harus ditonton oleh para wisatawan.
![]() |
Upacara Penurunan Bendera Nasional Setiap Sore |
![]() |
Siaaap....Graakkkk!! |
Taipei 101
Satu lagi landmark kota Taipei yang hits yaitu Taipei 101 yang sangat asoy
dinikmati sore hari menjelang senja. Menara ini terletak di Distrik Xinyi
Taipei dan dapat dicapai melalui Stasiun MRT terdekat yaitu Taipei City Hall.
![]() |
Taipei 101 di Senja Hari |
Sesuai dengan
namanya Taipei 101 merupakan bangunan yang terdiri dari 101 lantai dengan
ketinggian mencapai 508M. Saat diresmikan pembukaannya tahun 2004, Taipei 101
ini tercatat sebagai gedung tertinggi di dunia dengan mengalahkan Menara
Petronas di Malaysia (ketinggian 452M) dan akhirnya rekor yang disandang Taipei
101 sebagai gedung tertinggi di dunia ditumbangkan oleh Burj Khalifa di Dubai
tahun 2007 (ketinggian 828M).
Saat ini menara
Taipei 101 digunakan sebagai gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan dan
dibuka untuk umum pukul 10 pagi sampai 10 malam.
Semula gue berhasrat
untuk naik sampai ke lantai 89 yang merupakan tempat observatory dimana kita bisa melihat kota Taipei dari ketinggian.
Namun saat tiba di loket di lantai 5, muka gue langsung mengkerut melihat harga
tiket untuk naik ke lantai 89 seharga NT 450 (sekitar Rp 153rb). Dengan langkah
teratur gue mundur mengurungkan niat untuk naik apalagi setelah melihat antrian
pengunjung yang luar biasa membludak.
Ah...cukuplah
memandang Taipei 101 dari luar dan masuk ke dalam sampai beberapa lantai saja
dan tak usah memaksakan untuk naik sampai ke atas, begitu gue menghibur diri sendiri. Yang penting sudah melihat secara
langsung hehehehe.
![]() |
Petunjuk ke Lantai Observatory |
![]() |
Akkkhh...Gak Jadi Naik dah :( |
Sun Yat Sen Memorial
Hall
Harus diakui negara
Taiwan sangat menghormati dan menghargai para pemimpin negara mereka. Untuk
mengenang jasa para pemimpin negara, mereka membangun beberapa memorial hall. Setelah Chiang Kai-Shek,
Taiwan juga memiliki Sun Yat Sen Memorial
Hall (SYSMH) yang dibuka setiap hari pukul 09.00-18.00.
![]() |
Sun Yat Sen Memorial Hall Taipei |
Sun Yat Sen
merupakan Bapak Bangsa yang mendirikan Republik Cina pada tahun 1911 setelah
menumbangkan Kekaisaran terakhir di Cina dari Dinasti Qing. Tahun 1923 beliau
menjadi presiden pertama di Republik Cina sampai dengan tahun 1925 dan juga
sekaligus sebagai pendiri partai tertua dalam sejarah modern Cina yaitu Partai
Kuomintang (source:Wikipedia)
![]() |
Dr. Sun Yat Sen Sang Founding Father |
Didirikan tahun 1972
untuk mengenang jasa kepahlawanan Dr. Sun Yat Sen, SYSMH ini merupakan bangunan
tunggal yang di dalamnya terdapat performance
hall, exhibition center, multimedia theater, audio visual center, perpustakaan dan lecture hall.
Dikelilingi oleh
lapangan yang luas serta taman yang indah menjadikan SYSMH ini sebagai bangunan
yang agung dan megah. Sebuah Patung perunggu Dr. Sun Yat Sen dalam posisi duduk
menghiasi taman di sekitar SYSMH.
![]() |
Patung Dr. Sun Yat Sen di Taman SYSMH |
Sementara di tengah
bangunan utama juga terdapat patung Dr. Sun Yat Sen dalam ukuran raksasa dalam posisi duduk yang dijaga oleh 2 orang
pasukan penjaga di sisi depan kanan dan kiri mengapit patung raksasa tersebut.
Sama seperti halnya
di Chiang Kai-Shek Memorial Hall, di
SYSMH ini juga terdapat atraksi menarik yang membetot perhatian para turis
yaitu upacara pergantian penjaga di depan patung raksasa Dr. Sun Yat Sen yang
dilakukan setiap jam. Tiga puluh menit sebelum upacara dimulai pengunjung sudah
memadati area yang sudah diberi pembatas dan beruntung gue mendapat posisi
paling depan dan bisa dengan leluasa menyaksikan serta mengambil foto atraksi
tersebut.
![]() |
Upacara Pergantian Pasukan Jaga |
![]() |
Serah Terima Pasukan Jaga |
Akhirnya gerimis
mengantar kepergianku dari SYSMH di sore itu.........
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete