25 Mei 2012 Jarum jam terpaku di angka 7 ketika gue pamit
dengan pemilik rumah untuk check out
dari tempat tersebut di pagi hari untuk menuju kota Negombo yang merupakan kota
persinggahan terakhir gue sebelum kembali ke Jakarta. Setelah sarapan pagi di
sebuah kantin di pinggir jalan raya Dambulla-Arunadhapura, gue mencegat bus
yang akan menuju Kurunegala. Tidak ada bus yang langsung menuju Negombo tetapi
harus transit terlebih dahulu. Sebenarnya terdapat 2 rute yang bisa dijadikan
pilihan yaitu Dambulla-Kandy-Negombo dan Dambulla-Kurunegala-Negombo. Tetapi
gue memilih rute Dambulla-Kurunegala-Negombo karena selain rutenya berbeda
dengan rute pada saat gue datang juga bisa melihat kota Kurunegala walaupun
sekilas dan rute ini lebih cepat ketimbang rute yang transit di Kota Kandy.
Dambulla-Kurunegala ditempuh dalam waktu 1.5 jam dan ongkos
yang dibayar sebesar Rs 100 (Rp 7,500). Seperti bis antar kota pada umumnya di
Sri Lanka, sopir bis ini juga mengendarai bis dengan kondisi ngebut yang tentu
saja membuat gue deg-degan kembali. Selama 1.5 jam gue tidak berani untuk tidur
dan mata ini tetap siaga.
Setiba di Kurunegala gue diturunkan di pinggir jalan karena
bus akan melanjutkan ke Colombo dan gue bertanya kepada seorang polisi yang
sedang bertugas di persimpangan jalan letak terminal bis Kurunegala karena gue
akan melanjutkan perjalanan kembali dengan mencari bis jurusan Negombo. Untung
letak terminal bus Kurunegala tidak begitu jauh dan dapat dicapai dengan
berjalan kaki selama 10 menit.
Bus jurusan Negombo yang gue tumpangi masih sepi penumpang
sehingga gue harus menunggu hingga penumpang penuh baru kemudian bis berangkat.
Sambil menunggu penumpang lain, banyak
pedagang asongan yang naik turun
ke dalam bis untuk menjajakan berbagai barang dagangan seperti makanan,
minuman, buku dll seperti halnya kondisi bis di Jakarta.
![]() |
Terminal Bis Kurunegala |
Tarif bis Kurunegala-Negombo sebesar Rs 94 (Rp 7,050) dan
ditempuh selama kurang lebih 2.5 jam. Sekitar pukul 12.00 gue tiba di kota
Negombo dan berjalan menuju terminal bis dalam kota Negombo untuk mencari bis
905 yang melewati daerah tempat gue menginap yaitu Lewis Place. Seperti biasa bis harus menunggu penumpang hingga
penuh dan tidak lama kemudian bis melaju di kota kecil Negombo menuju daerah Lewis Place. Tarif bis hanya Rs 20 (Rp
1,500) dan 20 menit waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai tempat penginapan gue yaitu Marine Tourist Guest House yang terletak di 118 Lewis Place.
Letak guesthouse
ini sangat strategis di pinggir jalan dan dilewatin oleh bis 905 sehingga
sangat gampang untuk dicari. Sebuah penginapan yang sederhana namun sangat nyaman
apalagi harganya sangat bersahabat dengan turis backpacker. Pemesanan kamar di guesthouse
ini dilakukan secara online melalui
situs Hostelworld.com. Harga kamar dormitory yang gue bayar sebesar Rs
1,000 ( Rp 75,000) dengan kapasitas hanya terdiri dari 2 tempa tidur dalam satu
kamar. Saat gue tiba di kamar gue tidak ada penghuni lain sehingga di hari itu
gue hanya tinggal seorang diri. Hm...lumayan harga dormitory tapi fasilitas kamar private.
Fasilitas yang tersedia berupa tempat tidur yang dilengkapi
dengan kelambu. Hm...cukup unik memang (mungkin banyak nyamuk di malam hari)
dan juga tersedia fan. Namun kamar
mandi terletak di bagian luar kamar.
![]() |
Guesthouse yang Nyaman |
Dengan menumpang bis 905 kembali gue menuju Kota Negombo
untuk menjelajah dan melihat-lihat
suasana kota. Kali ini gue hanya ditagih ongkos sebesar Rs 16 (Rs 1,200) untuk menuju
Kota Negombo. Oh yah di Sri Lanka pada umumnya tarif bis ditentukan berdasarkan
jarak. Jadi kita tinggal menyebutkan tujuan kita dan kita akan diberi secarik kertas
yang mirip karcis yang tarifnya ditulis oleh sang kenek. Karena jaraknya yang
begitu dekat ke Bandara internasional
Bandaranayake - pintu masuk menuju Colombo - kota ini menjadi tujuan transit
sebelum para turis kembali ke negara mereka.
![]() |
Sudut Kota Negombo |
Karcis Bis Kota |
Sekitar 70% masyarakat Sri Lanka memeluk agama Budha. Ada hal
menarik yang gue amati di Negombo dan
juga kota-kota lainnya di Sri Lanka yaitu di setiap sudut kota atau di
persimpangan jalan banyak terdapat patung Budha dan semacam altar yang
dipergunakan oleh umat Budha untuk berdoa sejenak sembari lewat bahkan ada yang
mempersembahkan bunga di altar tersebut.
![]() |
Pojok Doa Umat Budha |
Walaupun hanya berjumlah
sekitar 7% dari seluruh populasi, umat Kristen hidup berdampingan secara
damai dengan umat Budha di Sri Lanka dan
di beberapa sudut kota dan persimpangan jalan mereka juga mendirikan patung
Jesus, Santa Maria atau Santa/Santo (orang suci dalam agama Khatolik) dengan altar kecil tempat umat Kristen berdoa
sejenak.
Pojok Doa Umat Kristen |
Gue sempat mampir ke salah satu gereja yang ada di Kota
Negombo yaitu gereja khatolik Mahawidiya dengan bentuk arsitektur menarik dan
terdapat goa Maria di situ tempat umat Khatolik berdoa. Namun sayang pada saat
itu gereja tidak dibuka untuk umum sehingga gue tidak berkesempatan untuk melongok
situasi di dalam.
Gereja Mahawidiya |
Namun secara tidak sengaja gue menemukan gereja lain dengan
ukuran yang lebih besar yaitu St. Sebastian katedral yang terletak di Sea Street yaitu jalan searah sebelum
menuju Lewis Place tempat gue
menginap. Dilihat dari bentuk bangunannya gereja ini sepertinya relatif masih
baru dan gaya bangunannya juga bergaya gothic
seperti gereja/katedral pada umumnya.
![]() |
Katedral St. Sebastian |
Lewis Place area di mana gue menginap merupakan
pusat turis di Negombo seperti halnya Kuta/Legian di Bali. Di sepanjang jalan ini
banyak tedapat hotel, hostel serta guesthouse dalam berbagai ukuran dan
harga. Juga terdapat berbagai restoran, cafe,
bar, pub, toko suvernir, toko
perhiasan, minimarket, warnet, spa berderet di sepanjang kiri kanan jalan dan
juga terdapat pantai yang indah sehingga mengukuhkan area ini sebagai pusat turis di Negombo.
![]() |
Lewis Place Negombo |
Pantai Negombo hanya berjarak sekitar 40 M dari tempat gue
menginap sehingga di sore hari gue sudah stand
by bermain di pantai sambil menunggu matahari terbenam. Ada keasyikan dan
kepuasan tersendiri ketika di pantai ini dapat bermain dan bercengkerama dengan
anak-anak warga lokal dan berbagi cerita dengan ibu-ibu dari anak-anak
tersebut. Seperti biasa mereka menyangka gue berasal dari Jepang, sama halnya
dengan sekelompok anak-anak muda yang sedang bermain cricket di tepi pantai menyangka hal yang sama. Yah sudahlah memang
takdir gue disangka berasal dari Jepang oleh berbagai warga Sri Lanka di tiap
kota.
Pantai Negombo |
Ah...tak terasa ini malam terakhirku berada di Sri Lanka dan
gue habiskan waktu malam itu menyusuri jalan di Lewis Place sambil berburu suvernir-suvernir lucu dan teh khas Sri
Lanka. Gue sempatkan untuk mengobrol-ngobrol dengan seorang supir tuktuk yang
mangkal di depan penginapan dan memesan tuktuknya buat keesokan pagi menuju
bandara. Sebelum masuk kamar gue ngobrol-ngobrol dulu dengan pemilik guesthouse di teras penginapan dan
beliau begitu antusias ketika gue
bercerita tentang Indonesia dan suatu
saat beliau akan mengunjungi Indonesia.
26 Mei 2012 Pukul 05.00 pagi sopir tuktuk telah menunggu di
depan penginapan, padahal sesuai
perjanjian gue akan dijemput jam 05.30. Tapi sang sopir bersikukuh akan
tetap stand by pukul 5 pagi katanya
takut terlambat.
Tuktuk melaju dengan gagahnya di kegelapan pagi menuju bandara dan 20 menit
kemudian gue tiba di bandara dan membayar ongkos tuktuk sebesar Rs 600 (Rp
45,000). Suasana Bandara Internasional Colombo pagi itu sudah sangat ramai oleh
calon penumpang yang akan berangkat.
Di terminal keberangkatan pemeriksaan barang bawaan penumpang
sangat ketat. Tercatat pemeriksaan dilakukan sampai 3x yaitu pada saat masuk
ruang keberangkatan, saat check in
dan pada saat masuk ke ruang tunggu untuk boarding.
Hufft....inilah pemeriksaan terketat yang pernah gue alami seumur-umur melakukan traveling.
Terminal keberangkatan di Bandaranayake
International Airport terdiri dari 2 lantai dan suasananya agak semerawut
menurut gue. Kios-kios di lantai 1 tidak ditata dengan rapi sehingga berbaur
dengan penumpang yang akan masuk ke ruang tunggu. Setelah melakukan check in gue bergegas menuju ruang
tunggu yang saat itu antriannya sangat
luar biasa panjangnya untuk masuk ke pintu 4 di lantai 1. Ruang keberangkatan
di lantai 1 terdiri dari pintu 1-4 dan di lantai 2 pintu 5-12.
![]() |
Terminal Keberangkatan Bandara Colombo |
Saat pemeriksaan terakhir barang bawaan penumpang sebelum
masuk ke ruang tunggu, selain barang bawaan discan, seluruh penumpang juga harus melepaskan ikat pinggang yang
dipakai yang mengandung unsur metal dan
yang terakhir ini baru gue alami selama
gue terbang yaitu harus melepaskan alas kaki entah itu sandal atau sepatu.
Hm....bukan main ketat dan repotnya.
Ketika petugas keamanan melihat boarding pass yang gue pegang, beliau menolak gue untuk
masuk ke ruang tunggu dan ketika gue tanya mengapa? Mereka menjawab nanti dan
belum bisa sekarang dan gue diusir keluar dari antrian. Sial, sudah antri
begitu panjang ketika mau masuk diusir pula. Akhirnya gue antri kembali karena
belum mengerti mengapa tadi gue diusir dan ketika tiba di pemeriksaan untuk
kedua kalinya gue diusir. Akhirnya dengan penasaran gue bertanya alasan
pengusiran tersebut dan dijelaskan bahwa untuk masuk ke ruang tunggu harus
menunggu pengumuman terlebih dahulu dan tidak bisa seenaknya bisa masuk. Hm...terasa
aneh memang apalagi bila dibandingkan dengan di Jakarta, Singapore atau di
negara lain kita bisa dengan bebas masuk ke ruang tunggu kapanpun asal kita
sudah melakukan check-in tiket.
Ternyata selidik punya selidik ruang tunggu keberangkatan di
bandara ini terbatas sedangkan penerbangan sangat padat sehingga penggunaan
ruang tunggu harus digilir. Maka tidak heran, penumpang baru boleh masuk ke
ruang tunggu 30-45 menit sebelum boarding
setelah mendapat pengumuman terlebih dahulu. Akhirnya sambil menunggu
pengumuman masuk ke ruang tunggu gue naik ke lantai 2 mencari sarapan pagi
sambil menghabiskan sisa-sisa uang Rupee yang masih ada di dompet.
Akhirnya Pukul 08.15 pesawat Air Asia AK 1268 lepas landas
menuju Kuala Lumpur untuk transit selama 4 jam sebelum gue kembali menuju
Jakarta menggunakan AK 1388 pukul 19.00.
Ah.......Sri Lanka memang terlalu indah untuk dilupakan.
EXPENSES TO SRI LANKA MAY 21-26, 2012 | ||||||
DATE | NO | DESCRIPTION | CURRENCY | ORIGIN | EX RATE | IDR |
21-Mei | 1 | Taxi + Toll to airport | 82.000 | |||
2 | Airport tax Soekarno Hatta | 150.000 | ||||
3 | Mineral water @LCCT | MYR | 2,10 | 3.000 | 6.300 | |
SUB TOTAL | 238.300 | |||||
22-Mei | 1 | Mc'D (breakfast Big Mac+hot tea) LCCT | MYR | 11,10 | 3.000 | 33.300 |
2 | Mineral water (Air Asia) | MYR | 3,00 | 3.000 | 9.000 | |
3 | SIM Card at Colombo airport | LKR | 250,00 | 75 | 18.750 | |
4 | Bus from airport to Fort Station | LKR | 70,00 | 75 | 5.250 | |
5 | Train to Kandy (1st class) | LKR | 360,00 | 75 | 27.000 | |
6 | Tuk tuk from Fort to Mt. Lavinia | LKR | 560,00 | 75 | 42.000 | |
7 | Tropic Inn 1 night | LKR | 1.750,00 | 75 | 131.250 | |
8 | Lunch (vegetarian rice) | LKR | 220,00 | 75 | 16.500 | |
9 | Entrance fee Gangaramaya temple | LKR | 125,00 | 75 | 9.375 | |
10 | Donation to Gangaramaya temple | LKR | 100,00 | 75 | 7.500 | |
11 | Tuktuk rent for city tour | LKR | 3.000,00 | 75 | 225.000 | |
12 | Mineral water (2) | LKR | 90,00 | 75 | 6.750 | |
13 | Dinner | LKR | 330,00 | 75 | 24.750 | |
SUB TOTAL | 556.425 | |||||
23-Mei | 1 | Tuk tuk to Fort Station | LKR | 500,00 | 75 | 37.500 |
2 | Tuk tuk from Kandy Station to guesthouse | LKR | 200,00 | 75 | 15.000 | |
3 | Lunch KFC (briyani rice, french fries,manggo) | LKR | 360,00 | 75 | 27.000 | |
4 | Bus to Botanical Garden (pp) | LKR | 32,00 | 75 | 2.400 | |
5 | Mineral water at Botanical Garden | LKR | 50,00 | 75 | 3.750 | |
6 | Entrance fee Botanical Garden | LKR | 1.100,00 | 75 | 82.500 | |
7 | Mineral water + orange juice at Clock Tower | LKR | 65,00 | 75 | 4.875 | |
8 | Toilet | LKR | 10,00 | 75 | 750 | |
9 | Tuktuk to Budha Statue (pp) | LKR | 300,00 | 75 | 22.500 | |
10 | Entrance fee Bahiravakanda Budha Statue | LKR | 200,00 | 75 | 15.000 | |
11 | Entrance fee Budha Tooth Relic Temple | LKR | 1.000,00 | 75 | 75.000 | |
12 | Donation | LKR | 200,00 | 75 | 15.000 | |
13 | Sandal booth | LKR | 20,00 | 75 | 1.500 | |
14 | Internet cafe | LKR | 120,00 | 75 | 9.000 | |
15 | Dinner @Queens Hotel (Fish Fried Rice+MW) | LKR | 365,00 | 75 | 27.375 | |
16 | Kandy City Mission guesthouse 1 night | LKR | 900,00 | 75 | 67.500 | |
17 | Mineral water | LKR | 50,00 | 75 | 3.750 | |
SUB TOTAL | 410.400 | |||||
24-Mei | 1 | Breakfast (bread+mineral water) | LKR | 85,00 | 75 | 6.375 |
2 | Bus to Goodshed bus stand | LKR | 9,00 | 75 | 675 | |
3 | Bus to Dambulla | LKR | 94,00 | 75 | 7.050 | |
4 | Sujatha Lodge Dambulla 1 night | LKR | 1.200,00 | 75 | 90.000 | |
5 | Mineral water (2) | LKR | 80,00 | 75 | 6.000 | |
6 | Lunch (chicken fried rice+cola) | LKR | 240,00 | 75 | 18.000 | |
7 | Golden Temple Entrance Fee | LKR | 1.300,00 | 75 | 97.500 | |
8 | Sandal booth | LKR | 25,00 | 75 | 1.875 | |
9 | bus from Golden Temple to Clock Tower | LKR | 10,00 | 75 | 750 | |
10 | Tuktuk to Sigiriya | LKR | 1.700,00 | 75 | 127.500 | |
11 | Sigiriya entrance fee | USD | 30,00 | 9.400 | 282.000 | |
12 | Guide tips | USD | 20,00 | 9.400 | 188.000 | |
13 | Mineral water (2) | LKR | 100,00 | 75 | 7.500 | |
14 | Toilet in Sigiriya | LKR | 20,00 | 75 | 1.500 | |
15 | Internet cafe | LKR | 100,00 | 75 | 7.500 | |
16 | Mineral water (2) | LKR | 70,00 | 75 | 5.250 | |
17 | Dinner (fried rice+mineral w+Milo+Kobes) | LKR | 285,00 | 75 | 21.375 | |
SUB TOTAL | 868.850 | |||||
25-Mei | 1 | Breakfast (bread+hot tea) | LKR | 100,00 | 75 | 7.500 |
2 | Bus to Kurunegala | LKR | 100,00 | 75 | 7.500 | |
3 | Bus to Negombo | LKR | 94,00 | 75 | 7.050 | |
4 | Bus to Lewis Place | LKR | 20,00 | 75 | 1.500 | |
5 | Marine Touris guest house Negombo | LKR | 1.000,00 | 75 | 75.000 | |
6 | Bus from guest house to Negombo city | LKR | 16,00 | 75 | 1.200 | |
7 | Lunch (vegi cowfis+salad fruit+mineral water) | LKR | 455,00 | 75 | 34.125 | |
8 | Sri Lankan tea | LKR | 455,00 | 75 | 34.125 | |
9 | Bus from bus stand to Sea Street | LKR | 12,00 | 75 | 900 | |
10 | internet cafe | LKR | 150,00 | 75 | 11.250 | |
11 | Mineral water (2) + sprite | LKR | 90,00 | 75 | 6.750 | |
12 | Dinner (sea food noodle + cola) | LKR | 500,00 | 75 | 37.500 | |
13 | Souvernir | LKR | 350,00 | 75 | 26.250 | |
SUB TOTAL | 250.650 | |||||
26-Mei | 1 | Tuktuk from guest house to airport | LKR | 600,00 | 75 | 45.000 |
2 | Breakfast @Colombo airport (burger+juice) | LKR | 360,00 | 75 | 27.000 | |
3 | Lunch @LCCT (nasi lemak+mineral water) | MYR | 13,90 | 3.000 | 41.700 | |
4 | Transport from airport to home (Damri+busway) | 23.500 | ||||
SUB TOTAL | 137.200 | |||||
TOTAL EXPENSES | 2.211.175 | |||||
Air Asia Ticket CGK-KUL (pp) | 431.000 | |||||
Air Asia Ticket KUL-CMB (pp) | MYR | 392,00 | 3.000 | 1.176.000 | ||
Sri Lanka Visa | 210.000 | |||||
GRAND TOTAL | 4.028.175 |
No comments:
Post a Comment