![]() |
Pesawat B737-800 Garuda Indonesia (foto:airlines.net) |
Backpacker
mana yang tidak bersorak kegirangan jika berhasil mendapatkan tiket pesawat
dengan harga promo yang super murah. Apalagi tiket yang didapat adalah tiket
pesawat full service (alias bukan low cost airlines ticket hehehe). Tak
terkecuali gue.
Laksana seorang
pemburu yang berburu hewan liar di dalam hutan, gue pun tak mau ketinggalan
saat Garuda Indonesia melakukan promo di bulan April 2012. Alhasil 4 tiket pp
Garuda Indonesia gue dapatkan dengan harga yang sangat murah salah satunya
rute Jakarta-Taipei, Taiwan pp untuk
keberangkatan bulan February 2013. Harga tiket yang gue dapatkan sebesar USD
285 dibandingkan dengan harga regular sebesar USD 450-550 dan harga competitor airlines seperti China
Airlines dan EVA Air yang juga terbang direct
Jakarta-Taipei pp. Sementara harga tiket maskapai low cost carrier hanya terpaut selisih sedikit dan itupun tidak ada
yang direct ke Taipei dari Jakarta
tapi harus transit terlebih dahulu di Singapore atau Kuala Lumpur dan masih
harus ditambah lagi dengan biaya bagasi.
Iya...Kalian tidak
salah membacanya. Gue harus menunggu selama 10 bulan untuk dapat terbang ke
Taipei. Memang udah niat gue untuk melakukan trip ke Taiwan sehingga 10 bulan
pun akan gue tunggu untuk mewujudkan mimpi gue. Diumpamakan seorang wanita yang
sedang hamil, sang bayi keburu lahir sebelum gue terbang hehehe.
19 February 2013
dengan memanggul ransel yang biasa gue bawa saat traveling, saat-saat menunggu boarding
dengan GA 852 tujuan Taipei akhirnya tiba.
Dengan jam keberangkatan yang on
time, pukul 23.45 pesawat Garuda Indonesia B737-800 akhirnya lepas landas
dan sesaat gue menebar pandangan di dalam pesawat yang nyaris penuh terisi
untuk penerbangan malam itu. Sayangnya untuk penerbangan ke Taipei ini Garuda
masih menggunakan pesawat tipe kecil bukan pesawat berbadan lebar sekelas
Airbus A330. Gue yakin kalau Garuda berani menggunakan pesawat berbadan lebar load factor nya pun masih akan tetap
tinggi karena pangsa pasar ke Taipei sangat besar yang terdiri dari wisatawan,
TKI dan para pebisnis karena banyak perusahaan multi nasional Taiwan yang
beroperasi di Indonesia.
![]() |
Gak Suka dengan Tipe Kabin Cembung Seperti ini |
Yang menarik saat
gue masuk pesawat, penumpang disambut oleh beberapa pramugari cantik dengan wajah berbalutkan nuansa oriental. Setelah
gue baca nama pada name tag mereka
adalah pramugari warga negara Taiwan yang direkrut bekerja untuk Garuda
Indonesia dan setelah gue cermati mereka berjumlah 3 orang yang bertugas pada
penerbangan malam itu ditambah dengan 3 orang lagi pramugari WNI.
Strategi Garuda
sangat tepat karena mereka tentunya fasih berbahasa Mandarin yang sangat
dibutuhkan untuk melayani penumpang warga negara Taiwan yang sebagian besar
tidak bisa berbahasa Inggris.
Mungkin untuk rute
ke Korea dan Jepang, Garuda menerapkan hal yang sama merekrut pramugari
berkebangsaan Korea dan Jepang untuk melayani penumpangan pada penerbangan ke
dua negara tersebut (tebakan gue aja J)
Welcome drink
berupa orange/apple juice dibagikan
kepada setiap penumpang sesaat setelah penumpang duduk. Selain itu bantal dan
selimut sudah siap di setiap kursi penumpang untuk menemani tidur malam itu.
Sesaat setelah
pesawat lepas landas gue langsung ambil posisi tidur karena penerbangan malam
memang pas waktunya untuk tidur dan saat itu memang gue butuh untuk tidur
karena setiba di Taipei pagi harinya gue akan langsung menjelajahi Taiwan. Dua
jam-an terlelap rasanya cukup untuk membuat badan ini fresh dan melalui pengeras suara awak kabin mengumumkan penumpang
akan segera dilayani dan dibagikan makanan pagi (tepatnya sih makanan sahur ala
orang yang sedang berpuasa J).
Ada 2 paket pilihan
menu utama yang ditawarkan dan gue sendiri memilih paket nasi goreng hijau
dengan ayam barbeque dan ikan teri
serta dengan menu pembuka smoked beef cold salad. Roti croissant+yoghurt melengkapi makan pagi
ini dilengkapi dengan pilihan berbagai jenis minuman panas dan dingin serta white dan red wine (minuman wine hanya tersedia pada penerbangan
internasional).
![]() |
Menu Breakfast |
Kenyang sudah perut
ini dan gue melanjutkan tidur kembali dan pramugari pun selesai melakukan
tugasnya. Namun saat mata gue sesekali mengintip, ternyata pramugari masih lalu
lalang membagikan minuman buat penumpang yang masih membutuhkan. Benar-benar
penumpang dimanjakan dengan pelayanan yang memuaskan.
Jika sulit tidur,
maka inflight entertaiment dan inflight magazine + berbagai jenis koran
telah siap menyajikan hiburan dan informasi terbaik buat penumpang. Cukup
memilih menu pada layar sentuh yang tersedia di depan kursi maka berbagai
hiburan film, musik dll siap menemani dan membunuh kebosanan selama terbang.
![]() |
Touchscreen Monitor |
Sekitar pukul 06.30
pagi dengan sergapan suhu sekitar 13 derajat celsius, pesawat Garuda Indonesia
mendarat di Bandara Taoyuan Internasional Taiwan. Seperti halnya Jakarta,
Bandara Taoyuan ini tidak terletak di ibukota Taiwan, Taipei namun di kota
Taoyuan yang berjarak sekitar 1 jam dari kota Taipei. Gedung terminal bandara
terasa megah dan setiap mengunjungi negara dengan fasilitas bandara yang luar
biasa pikiran ini selalu melayang ke Bandara Soekarno Hatta. Ah sudahlah....tak
perlu gue jabarin lebih lanjut pasti semua sudah tahu J
Setelah mengeksplor
Taiwan selama lebih kurang 1 minggu, tiba saatnya gue harus kembali ke Jakarta tanggal 26 Februari 2013. Dari West Terminal Bus Taipei Main Station
gue naik bus menuju Bandara Taoyuan. Bus Kuo Kang Transport No. 1819 melayani
jalur ke Bandara
setiap 15 menit
sekali dengan harga tiket sekali jalan NT 125 (sekitar Rp 42,500) dengan jarak
tempuh sekitar 1 jam. Tepat jam 05.30 pagi bus berangkat menuju bandara.
Setiba di Bandara
Taoyuan check in counter No. 12
Garuda Indonesia belum dibuka karena masih dipakai oleh Vietnam Airlines.
Setelah bertanya ke bagian informasi, check
in counter Garuda indonesia akan dibuka 2 jam sebelum terbang yaitu pukul 07.25 dan jadwal terbang
GA 853 Taipei-Jakarta dijadwalkan pukul 09.25.
Baiklah gue masih
punya waktu sekitar 1 jam untuk airport
tour dan mencari sarapan pagi. Sesaat kaki melangkah mengitari Bandara
Taoyuan sambil menikmati kemegahan dan keramaiannya di pagi itu. Akhirnya gue
tiba di bagian basement bandara dengan jejeran berbagai restoran dan cafe yang
sebagian besar telah buka pagi itu.
Setelah mondar
mandir beberapa kali, pilihan sarapan pagi jatuh pada Sea food Cantonese Porridge dengan harga NT 80 (sekitar Rp 27,200).
Setelah diberi alat yang bisa bergetar dan menyala sebagai tanda bahwa pesanan
kita telah siap, gue menunggu sekitar 10 menit dan akhirnya hidangan gue siap
untuk diambil.
Semangkuk bubur
Kanton dengan berbagai varian sea food
dengan asap yang masih mengepul sangat menggoda
penampakannya dan dengan porsi yang lumayan besar cukuplah untuk
mengganjal perut ini sampai waktu terbang nanti.
![]() |
Bubur Sea Food Canton..Yummy! |
Pukul 07.25 gue
telah siap di depan check in counter
Garuda Indonesia untuk melakukan check in.
Pelayanan check in oleh petugas lokal
sangat cepat dan bagus sehingga tidak menunggu waktu lama tiba giliran gue
untuk dilayani. Namun saat gue tiba di check
in counter desk, di papan pengumuman diumumkan bahwa penerbangan ditunda
selama 2 jam hingga pukul 11.30 karena Bandara Taoyuan diselimuti kabut
sehingga mengganggu jarak pandang pesawat.
Akkkhhh....delayed!! kata-kata ini sangat tidak
disukai oleh para pejalan. Kebayang kebosanan yang bakal melanda menunggu 2 jam
lagi di bandara. Namun penumpang “terhibur” dengan voucher makan yang diberikan
Garuda senilai NT 250 (sekitar Rp 85,000) yang dapat dipergunakan di semua
restoran dan cafe dalam areal Bandara Taoyuan.
Akhirnya voucher
makan tersebut gue gunakan di Starbuck cafe
di dalam area bandara dan mendapatkan 1 cup kopi dan 2 roti+sandwich.
Akhirnya pukul 12.00
gue boarding (yang seharusnya pukul
11.30) dengan diiringi belasan TKW yang turut terbang pulang ke Indonesia untuk
berlibur atau habis kontrak. Pramugari Garuda berkebangsaan Taiwan pun
menyambut kami dalam pesawat dan Welcome
drink berupa orange juice dan Mixed Nuts kembali dibagikan kepada para
penumpang.
![]() |
Welcome Drink & Snack on board |
Nah yang tidak
biasanya dan pertama kali gue jumpai dalam penerbangan ini penumpang juga
dibagikan kaos kaki dan masker sesaat setelah pesawat lepas landas. Setelah bertanya kepada
pramugari berkebangsaan Indonesia untuk apa benda-benda tersebut dibagikan gue
mendapat penjelasan jika penumpang merasa kedinginan bisa menggunakan kaos kaki
tersebut dan bagi penumpang yang duduk dekat jendela bisa menggunakan penutup
mata (yang awalnya gue sangka masker) jika ingin tidur dan merasa silau.
Ih...norak banget gue yee hehehe.
![]() |
Kaos Kaki dan Penutup Mata |
Dalam perjalanan
pulang kali ini gue mendapat tempat emergency
seat. Dan dari 3 seat yang
terdapat dalam 1 baris hanya ditempati gue sendirian sehingga gue bebas untuk
berpindah tempat setiap saat. Seperti biasa inflight
entertaiment dan inflight
magazine/newspaper tersedia mengiringi penerbangan ke Jakarta.
Hidangan makan siang
kali ini gue memilih menu nasi putih
dengan lauk Ikan Tilapia Goreng Saus Jahe+sayuran, smoked beef cold salad+tomato, bread,
puding dan segelas red wine. Menu
tersebut cukup untuk membawa gue terlelap setelah itu.
![]() |
Pilihan Menu |
![]() |
Slamat Makan... |
Sekitar pukul 16.30
waktu Jakarta, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta setelah
menempuh perjalanan selama lebih kurang 5an jam dari Taipei. Satu hal yang
membuat gue terharu saat pesawat mendarat, seperti biasa awak kabin mengumumkan
bahwa pesawat baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan beliau
mengucapkan selamat kembali ke tanah air bagi warga Indonesia dan selamat
datang bagi para wisatawan dan tidak tahu kenapa ada setitik haru dalam diri
gue atas ucapan awak kabin tersebut yang telah meninggalkan tanah air walau
hanya 1 minggu saja. Selama belasan tahun gue naik pesawat dari berbagai
maskapai sepertinya baru kali ini sapaan seperti itu terdengar.
![]() |
Kepak Sayap B737-800 Garuda Indonesia |
Gue sangat puas dan
menikmati penerbangan Garuda Indonesia
di rute internasional kali ini. Dengan pelayanan yang prima, Garuda benar-benar
memanjakan penumpang sehingga penerbangan selama 5 jam tidak terasa. Semoga
Garuda bisa mempertahankan pelayanan profesional ini dan membawa kejayaan
Garuda di udara.
Beruntungnya bisa naik garuda, maskapai kebanggaan dan maskapai impian backpacker. Gue naik elang aja udah bangga apalagi naik garuda pasti cetaaaaarrr rasanya hehehe
ReplyDeleteHahahaha suatu saat nanti pasti bisa za dimulai dari elang dulu dan nanti garuda akan menghampiri :) sering2 ngintip promo full service airlines yang kadang harganya gak beda jauh dgn budget airlines.
Deletemas, sy flight jam 07.55, bus ke bandara yang jam 05.30 itu bus pertama ya? Kira2 dengan jarak tempuh 1jam, kekejer gak ya flight saya? ..
ReplyDeleteWah...rasanya terlalu mepet dan riskan yah karena harus antre check-in, antre imigrasi dll kecuali barang bawaan Anda tidak dimasukkan bagasi dan sudah melakukan web check-in sebelumnya. Kalo saya tidak berani mengambil resiko, lebih baik menginap di bandara malam sebelumnya hehehe
Deleteiya, rasana naik taksi saja. siap2 rogeh kocek lumayam, hehehe.. sayang ya, bus city-airport gak beroperasi 24 jam :(...
DeleteTaksi udah pilihan paling bener deh daripada ketinggalan pesawat :)
Deleteaaasssyyeeekkk,,,,
ReplyDeletebentar lagi bisa merasakan,,,,
Duh...senangnya. Enjoy yah :)
Deletemz klo total budget slama sminggu brp yh maaf kepoo he
ReplyDeleteTergantung Mas ke berapa kota dan dapat harga tiket pesawatnya berapa? Kalau saya tempo hari pergi seminggu ke 4 kota total habis sekitar 7jt (all in sudah termasuk tiket pesawat GA pp, penginapan, transportasi dalam kota, tiket kereta peluru, makan, masuk ke objek wisata dan oleh2)
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
DeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete